Malang – Kabar membanggakan kembali datang dari Program Studi D3 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Salah satu alumninya, Yusiana Eka Putri, berhasil menembus peluang kerja internasional sebagai Asisten Perawat (Nurse Assistant) di Japanese Red Cross Shizuoka Hospital (日本赤十字社), Prefektur Shizuoka, Jepang.

Lulusan November 2024 ini dijadwalkan akan berangkat ke Jepang pada April 2026 untuk memulai karier barunya di rumah sakit ternama yang dikenal memiliki komitmen tinggi dalam bidang Disaster Relief dan Blood Donation. Keberhasilan Yusiana menjadi bukti bahwa lulusan D3 Keperawatan UMM memiliki daya saing global dan kompetensi yang diakui di dunia internasional.

Perjuangan Tak Kenal Menyerah

Proses panjang yang dilalui Yusiana tidak selalu mudah. Ia mengikuti rekrutmen daring bersama perusahaan Kumiai CUC pada 27 Oktober 2025, dihadiri oleh empat perwakilan dari Jepang. Sebelumnya, ia telah menjalani tiga kali proses seleksi serupa, namun belum berhasil.

“Setiap kegagalan saya jadikan pembelajaran. Saya belajar dari pengalaman sebelumnya, mengevaluasi diri, dan terus berlatih agar bisa tampil lebih siap di wawancara berikutnya,” ungkap Yusiana dengan penuh rasa syukur.

Lima hari setelah wawancara, kabar bahagia itu akhirnya datang. Ia dinyatakan lolos sebagai kandidat yang diterima bekerja di rumah sakit Jepang. “Saya tidak bisa menahan haru saat menerima pengumuman itu di hari Jumat. Hari berkah bagi saya dan semua orang yang selalu mendukung,” kenangnya.

Motivasi dari Kampus dan Alumni

Keinginan untuk berkarier di Jepang bukan hal baru bagi Yusiana. Sejak awal kuliah, ia sudah menanamkan tekad untuk bisa menapaki jejak para kakak tingkatnya yang sukses bekerja di Negeri Sakura.

“Saya banyak belajar dari para alumni UMM yang lebih dulu bekerja di Jepang. Mereka menjadi inspirasi saya untuk terus berusaha dan berdoa agar bisa menyusul,” ujarnya.

Keberhasilannya juga tidak lepas dari dukungan banyak pihak. Yusiana menyampaikan terima kasih kepada Ibu Indah Dwi Pratiwi, dosen UMM yang merekomendasikannya ke PT Brexa Raya Indonesia, lembaga penyalur tenaga kerja ke Jepang, serta kepada Bapak Atta, sensei bahasa Jepang yang selalu memberikan semangat selama proses persiapan. Tak lupa, doa dan dukungan orang tua menjadi kekuatan terbesar yang mengantarkannya pada titik ini.

Pesan untuk Mahasiswa UMM

Menutup kisahnya, Yusiana memberikan pesan penuh semangat untuk adik tingkatnya di D3 Keperawatan UMM.

“Jangan takut gagal, karena setiap kegagalan membawa kita selangkah lebih dekat pada keberhasilan. Terus belajar, jaga semangat, dan jangan berhenti bermimpi. Semoga kita semua bisa menjadi perawat yang kompeten, berempati, dan profesional, serta mampu mengharumkan nama UMM hingga ke mancanegara. Kejar ilmu sampai ke Negeri Sakura! 日本にまた会いましょう,” ujarnya penuh harapan.

Keberhasilan Yusiana menjadi bukti nyata komitmen UMM dalam mencetak tenaga keperawatan profesional yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di kancah global.